SELAMAT DATANG

Desa Blumbungan merupakan salah satu desa yang cukup luas yang ada di kabupaten Pamekasan dan merupakan tempat yang dipilih oleh kelompok KKNT 29 UTM untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat

Refresh

Our Services

Sejarah Blumbungan

Setiap desa tidak lepas dengan sejarah terbentuknya desa. Setiap desa mempunyai sejarah yang berbeda-beda,karakteristik maupun ciri khas dari masing-masing desa.

Read More

Keadaan Geografis

Desa Blumbungan ini berada di ketinggian antara 5 sampai 15m diatas permukaan laut dan bertoprografi datar hingga berbukit dengan kemiringan mencapai 0–8%

Read More

Kondisi Infrastuktur

Kondisi infrastruktur pada Desa Blumbungan ini meliputi sarana dan prasarana yang membantu menunjang perkembangan kesehjateraan desa

Read More

Struktural Blumbungan

Setiap desa pasti terdapat yang namanya struktur desa, struktur desa ini berkaitan dengan organisasi dan pengaturan administratif dalam suatu desa.

Read More

Recent Work

Senin, 13 November 2023

POTENSI DESA BLUMBUNGAN



Sama seperti halnya desa-desa yang lain, Desa Blumbungan juga mempunyai potensi atau suatu hal yang dapat dikembangkan sehingga desa dapat menjadi lebih sejahtera bagi masyarakatnya. Dengan memanfaatkan potensi yang terdapat di Desa Blumbungan ini, maka perekonomian yang ada di desa tersebut dapat meningkat dan mampu membuat masyarakatnya lebih sejahtera. Pengenalan potensi ini diperlukan untuk membantu masyarakat lebih giat dalam membuat desa lebih maju. Potensi dari desa ini bisa saja berasal dari beberapa hal-hal yang biasanya memiliki daya maupun kemampuan dari masyarakat seperti kegiatan UMKM, wisata, kesenian, dan masih banyak lagi. Kegiatan-kegiatan yang ada di Desa Blumbungan ini biasanya diadakan oleh:

1.     Karang Taruna yang meliputi, Kegiatan Kesenian Hadrah, PHBI dan Olahraga.

2.     Remaja Masjid yang meliputi, kegiatan PHBI, Majlis Ta’lim dan Diskusi Agama.

3.     PKK desa yang meliputi, Pengajian Rutin dan Pembinaan Warga Khususnya Perempuan Muslim.

4.     Kelompok Pengajian yang meliputi, Kegiatan Tahlil, Yasinan dan Majlis Ta’lim.

5.     Kelompok Tani seperti Bima Karya, Karya Utama, Bahtera, Hujan Nabati, Harapan Makmur, Sumber Rejeki, Tunas Harapan, Air Mengalir, Swasembada, Sentosa, Srikarya, Tambak Jaya, Mekar Sari, Setia Kawan dan Bangkit Bersama yang ada di desa blumbungan meliputi kegiatan tahlilan, arisan dan musyawarah poktan.

Berikut merupakan beberapa produk rumahan yang memungkinkan untuk menjadikan sebagai potensi 

 desa Blumbungan


a.     
Keripik singkong atau disebut juga Kripik Tette

Keripik Tette ini merupakan salah satu makanan tradisional yang terbuat dari olahan singkong rebus ang diolah dengan cara unik, yaitu ditumbuk di atas batu panjang. Nama Tette ini berasal dari Bahasa Madura yang merupakan proses pembuatan kerupuk ini dipipihkan. Yakni ditumbuk di atas batu dan diberi bumbu penyedap dari campuran garam dan bawang putih. Tumbukan singkong yang sudah pipih selanjutnya dijemur di bawah terik matahari hingga kering. Setelah kering, keripik tersebut dikumpulkan dan baru nanti bisa digoreng hingga matang.

b.     Pembuatan Rokok

Kabupaten Pamekasan ini terkenal dengan petani tembakau, oleh karena itu di Desa Blumbungan juga terdapat tempat pembuatan tembakau yang nantinya dijadikan rokok. Banyaknya tembakau yang ditanam di daerah Pamekasan menjadikan salah satu tempat penghasil rokok di Indonesia. Tembakau merupakan bahan utama dalam pembuatan rokok. Semakin baik kualitas tembakau yang digunakan maka rokok yang dihasilkan juga akan memiliki rasa yang nikmat. Namun bukan hanya pemilihan tembakau saja yang mempengaruhi rasa rokok, pengolahan tembakau juga akan sangat berpengaruh. Sebelum menjadi rokok, tembakau harus melewati beberapa tahap pengolahan.

c.      Permeubelan

Di Desa Blumbungan juga terdapat tempat usaha pembuatan meubel. Untuk meubel yang nantinya itu bisa dibuat untuk kursi, meja, lemari, dan lainnya sebagainya. Permaubelan merupakan salah satu jenis usaha yang berfokus pada pembuatan dan penjualan berbagai jenis furnitur atau perabotan dengan bahan bakunya berupa kayu. Dan Desa Blumbunngan ini memproduksi bahan mentah kayu tersebut.

d.     Pembuatan Pilar

Salah satu potensi di Desa Blumbungan ini adalah pembuatan pilar. Dimana masih banyak masyarakatnya yang bekerja dalam pembuatan pilar sebagai penopang perekonomian masyarakat Blumbungan.

e.      Produksi Tahu

Di Desa Blumbungan juga terdapat industri rumahan atau industri rumah tangga yang bergerak di pembuatan tahu. Pembuatan tahu ini di mulai dari pengolahan bahan baku yang berupa kedelai. Hasil pembuatan tahu-tahu ini nantinya bisa dijual belikan di pasar maupun ke warga sekitar.

f.      Pandai Besi

Pandai besi juga merupakan salah satu jenis industry yang ada di Desa Blumbungan Tukang besi atau pandai besi adalah orang yang pekerjaannya membuat alat-alat dari besi atau baja, seperti alat-alat bertani: cangkul, arit, bendo, bapang, kapak, pisau. maupun senjata-senjata. Untuk memanaskan besi, digunakan perapian, baik dari arang kayu jati atau kayu keras lainnya, supaya panas yang dihasilkan bisa
maksimal. Selain membuat alat, seorang pandai besi juga dapat mengasah alat yang lama supaya tajam kembali, dan alat yang dihasilkan pada umumnya lebih kuat dan memiliki kualitas yang lebih baik dari alat yang dibuat oleh alat/pabrik.


PENDIDIKAN YANG ADA DI DESA BLUMBUNGAN

Desa Blumbungan ini terdapat berbagai sarana pendidikan yang di bangun untuk warga di desa menyekolahkan anak-anak mereka. Desa Blumbungan terdapat beberapa sekolah umum untuk pengetahuan umum dan sekolah madrasah untuk pengetahuan agama. Berdasarkan data dari sarana dan prasarana pendidikan sekolah yang terdapat di desa Blumbungan antara lain:

1.     PAUD dengan total terdapat 8 tempat.

2.     TK/RA dengan total terdapat 10 tempat.

3.     SD/MI dengan total terdapat 17 tempat.

4.     SMP/MTs dengan total terdapat 9 tempat.

5.     SMA/MA dengan total terdapat 8 tempat.

Adapun tingkat pendidikan masyarakat yang terdapat di Desa Blumbungan adalah sebagai berikut:


No

Tingkat Pendidikan

Jumlah

1

Tidak Tamat Sekolah / Tidak Sekolah

3.115 orang

2

Taman Kanak-kanak (TK)

693 orang

3

Sekolah Dasar / MI

5.451 orang

4

SLTP/MTs

2.841 orang

5

SLTA/MA

2.518 orang

6

Akademi/D1–D3

525 orang

7

Sarjana (S1)

1.843 orang

8

Sarjana Strata 2 (S2)

55 orang

9

Sarjana Strata 3 (S3)

2 orang



DUSUN YANG ADA DI DESA BLUMBUNGAN

Dusun Berruh

    Dusun Berruh merupakan dusun ke empat dari enam belas dusun di Desa Blumbungan. Yang memiliki jumlah penduduk sekitar 1.012 penduduk dan memiliki enam RT. Di dusun ini juga terdapat posyandu yang rutin dilakukan setiap bulan. Potensi yang terdapat di Dusun Berruh ini salah satunya yaitu UMKM Keripik Gadung, produksi tembakau dan cabe jamu. 
    Tanaman Gadung (Dioscorea hispida dennst) adalah sejenis umbi yang mulai terlupakan di Indonesia. Keripik Gadung memerlukan keahlian khusus dalam mengolahnya. Gadung memiliki banyak sekali manfaat, di antaranya mengandung karbohidrat, lemak, dan kalori yang lebih rendah daripada singkong. Namun, gadung memiliki kandungan protein yang lebih tinggi daripada singkong. Gadung juga mengandung zat besi, kalsium, dan vitamin B1 yang baik untuk kesehatan. Keripik gadung merupakan makanan ringan dengan bahan dasar umbi gadung yang diiris tipis, dijemur, lalu digoreng. Pada tahap pembersihan racun sebelum digoreng dilakukan beberapa perlakuan khusus sebelum dan sesudah pemotongan umbi gadung untuk menghilangkan racun yang ada pada umbi gadung, setelah diiris tipis-tipis, kemudian dilapisi dengan abu gosok, lalu dijemur. Kemudian dicuci bersih di bawah air mengalir dan dijemur sampai kering sebelum digoreng.
    Di Dusun Berruh banyak warga bekerja di produksi tembakau menjadi rokok. Pemanfaatan tanaman tembakau terutama pada daunnya yaitu untuk pembuatan rokok. Piper retrofractum Vahl merupakan tanaman tahunan, berkayu lunak, tumbuh memanjat, dan ketinggian tanaman mengikuti tiang panjat nya.
    Cabe jamu sering juga disebut cabe jawa, yang termasuk famili Piperaceae dengan sifatnya hampir sama dengan tanaman lada (Piper ningrum) dan tanaman sirih (Piper bettle).

Dusun Duwak Tinggi

    Dusun Duwak Tinggi memiliki jumlah warga sekitar 1000 penduduk dan terdiri dari 300 KK dan memiliki 4 RT yang tersebar di dusun tersebut. Mayoritas penduduk di dusun ini adalah petani singkong dan memilih menanam cabe jamu. Kemudian UMKM yang ada di dusun ini adalah produksi Keripik Tette dan cabe jamu. Biasanya Keripik Tette yang mereka produksi akan dijual sesuai dengan yang memesannya. Satu bungkus dijual dari harga Rp 10.000 hingga Rp 15.000 dalam satu kemasan.

Dusun Bantar

    Di Dusun Bantar terdapat 4 RT, untuk mayoritas pekerjaan warga yang ada di dusun Bantar bekerja sebagai petani jagung, singkong, tembakau dan proyek. Potensi yang ada di dusun ini terkenal dengan produksi tape, olahan dari singkong yang diberi ragi lalu difermentasi. Untuk UMKM nya sendiri mayoritas kripik singkong dan tape singkong.

Dusun Pangganten

    Di Dusun Pangganten ini memiliki jumlah kartu keluarga sebanyak 250 KK dengan total jumlah penduduk 500 warga. Mayoritas warga di dusun ini bekerja sebagai petani jagung kacang dan singkong yang di olah menjadi tape singkong tidak hanya itu warga di dusun ini juga produksi tembakau dimana penjualan tembakau per bal kiloan 50.000/kg.

Dusun Polay

    Di Dusun Polay memiliki Kepala keluarga sebanyak 600 KK. Dan terdapat 7 RT, mayoritas pekerjaan warga yang ada di dusun Polay, mayoritas sebagai petani jagung, kacang dan singkong, selain itu ada juga pedagang sapi, kerja di pabrik rokok ataupun proyek. Di dusun ini memiliki potensi yang mayoritas adalah penghasil singkong, kacang dan jagung, untuk jagung nya sendiri tidak dijual jika itu jagung lokal dan masyarakat disana lebih memilih untuk menjual jagung impor. Untuk posyandu dilakukan pada tanggal 5 hingga tanggal 9.

Dusun Sumber Batu

     Di Dusun Sumber Batu memiliki jumlah warga sekitar 700 warga. Dusun Sumber batu ini memiliki wilayah yang tidak terlalu luas di Desa Blumbungan, terdapat pondok dan sekolah yang terkenal di Desa Blumbungan. Kemudian sering melakukan pengajian rutin di pondok.

Dusun Aeng Penay

     Aeng Penay memiliki jumlah warga sekitar 800 penduduk dan terdapat pondok di wilayah tersebut. Dan dusun ini juga termasuk dusun dengan wilayah yang kecil (tidak terlalu luas) di Desa Blumbungan. Warga di dusun ini mayoritas mengolah singkong menjadi Keripik Tette. Dan sebagian lainnya banyak juga yang merantau ke luar kota untuk mencari pekerjaan yang di inginkan.

Dusun Nyalaran

     Dusun Nyalaran memiliki jumlah warga sekitar 1.346 orang terdapat 4 RT dan 2 RW, dan 413 jumlah per KK. mayoritas warganya berprofesi sebagai petani, dan penghasilan masyarakat setempat juga banyak didapat sebagai profesi karyawan di gudang tembakau.

Dusun Pandian

     Dusun Pandian sering terkenal sebagai Dusun pandai besi. Memiliki
jumlah warga sekitar 900 orang dan terdapat 4 RT serta 2 RW. Dusun ini terkenal sebagai dusun pandai besi mayoritas warga dusun ini bekerja sebagai pandai besi. Kemudian merupakan salah satu Dusun tertinggi yang ada di Desa Blumbungan. Terdapat kegiatan posyandu setiap bulannya. Ada dua posyandu yaitu posyandu balita dan posyandu lansia.

Dusun Talaga

     Di dusun telaga memiliki warga 1009 kepala keluarga, selain itu di Dusun Talaga sendiri memiliki 5 RT potensi dalam pembuatan batu bata putih (gali batu bata), UMKM Krupuk Tette dan pandai besi. Untuk potensi pertaniannya yaitu Singkong, Jagung dan Padi. Di Dusun Talaga memiliki salah satu program kerja, seperti kerja bakti dalam membersihkan makan hal ini dilakukan musiman. Untuk kesenian yang terdapat di Dusun Talaga sendiri ada Daul, dan untuk Daul sendiri terdapat 2, yaitu Lanceng Senopati dan Laskar Nada. Di dusun ini ada juga kegiatan tahlilan rutin.

Dusun Kendal

    Di Dusun Kendal memiliki warga sebanyak 1200 dan memiliki 900 hak pilih. Dalam dusun ini terdapat 5 RT, mayoritas pekerjaan warga yang ada di dusun Kendal ini adalah Pedagang dan UMKM, UMKM yang terdapat di dusun ini yaitu Keripik Tette. Jika melihat potensi, dusun ini memiliki potensi seperti jagung dan peternakan ayam petelur. Di Dusun Kendal terdapat kegiatan kelompok tani yang meliputi tahlilan dan koloman setiap malam Jum’at. Di Dusun Kendal memiliki aktivitas olahraga rutin seperti volly dan futsal.

Dusun Garuk

     Di dusun ini memiliki jumlah warga sekitar 1000 orang. Dan menjadi salah satu dusun yang memiliki cabang pabrik Labbini. Kegiatan yang sering dilakukan oleh warga sekitar adalah pengajian rutin di hari minggu. Selain itu juga terdapat kegiatan olahraga voli yang kegiatannya diadakan secara musiman. Mayoritas warga memiliki pekerjaan sebagai kuli. Kepala dusun garuk merupakan salah satu kadus yang termuda di Desa Blumbungan, selain di Dusun Talaga.

Dusun Tambak

      Dusun Tambak memiliki jumlah warga sekitar 1500 orang dan terdapat 5 RT dan 2 RW. Di dusun ini terkenal dengan sentra Keripik Tette atau terkenal dengan keripik singkong yang di geprek. Dan mayoritas warganya berprofesi sebagai petani khususnya tanaman singkong. Dusun tambak adalah Dusun terbesar dan terluas yang ada di Desa Blumbungan.

Dusun Kaju Rajah

      Di Dusun Kaju Rajah memiliki warga 960 dengan hak pilih. Dan terdapat 6 RT, mayoritas pekerjaan warga yang ada di dusun Kaju Rajah, sebagai kuli bangunan, serabutan dan banyak yang bekerja di gudang rokok atau tembakau. Jika dilihat dari UMKM yang ada di Kaju Rajah seperti, Keripik Tette dan gudang tembakau, di dusun ini memiliki potensi yang mayoritas adalah penghasil buah alpukat. Aktivitas rutin yang biasa dilakukan seperti tahlilan setiap malam jum'at dan malam senin. Untuk posyandu dilakukan pada tanggal 5 yang mencakup Lansia, Remaja dan Balita.

Dusun Toron Samalem

    Toron Samalem terkenal dengan wisatanya. Dan memiliki jumlah warga sekitar 1000 orang kemudian terdapat 4 RT dan 2 RW. Wisata yang terdapat di Dusun ini mengenai batu-batu bekas galian. Dan mayoritas warga di Dusun Toron Semalam merantau keluar kota untuk bekerja. Di Dusun Toron Samalem terdapat objek wisata adanya wisata ini secara tidak langsung mengubah mata pencaharian masyarakat yang berada di sekitar wisata, sebelum adanya wisata masyarakat umumnya bekerja sebagai tambang gali batu dan bertani namun setelah adanya wisata sebagian dari mereka berubah menjadi pedagang yang berjualan di area wisata. Sebagian dari mereka juga beralih menjadi tukang parkir dan petugas wisata. Faktor pendorong perubahan sosial di area wisata Kampong Toron Samalem yaitu pola pikir masyarakat yang sudah maju dan berkembang. Sebagian masyarakat yang berada di sekitar wisata tidak lagi menilai wisata dari sisi buruknya tetapi juga melihat dari sisi baiknya bahwa adanya wisata ini bisa memberikan keuntungan bagi warga sekitar.

MAHASISWA KKNT 29 IKUT MEMBANTU DALAM PERSIAPAN LOMBA DI SDN BLUMBUNGAN 3 DALAM MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN

 



    Hari Pahlawan merupakan hari nasional yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, yang diperingati tanggal 10 November setiap tahunnya di Indonesia. Hari Pahlawan Nasional ini merujuk pada puncak perlawanan rakyat Indonesia pada pertempuran Surabaya yang pecah pada 10 November 1945, di mana para tentara dan milisi indonesia yang pro-kemerdekaan berperang melawan tentara Britania Raya dan Belanda yang merupakan bagian dari Revolusi Nasional Indonesia. Maka dari itu perlu bagi kita untuk mengenang jasa para pahlawan baik dalam segi mengadakan perlombaan seperti yang dilakukan teman-teman IDIA mahasiwa kelompok KKNT 29 juga turut membantu dalam persiapan perlombaan agar acara tersebut berjalan dengan sempurna.



Selamat datang di website desa Blumbungan

    Oh iya sekaedar info saja sekarang ini yang memimpin desa Blumbungan atau sering kita menyebutnya dengan pak KADES adalah bapak Fery Ardianto Alvin S.pd. beliau merupakan sosok pemimpim yang sangat digemari oleh warganya.
    Desa Blumbungan mempunyai visi dan misi untuk bisa menjadi desa yang lebih baik dan mencapai tujuan, cita-cita, dan rencana pengembangan desa. Visi dan Misi dari Desa Blumbungan adalah sebagai berikut:

1. VISI
  • Gotong Royong Membangun Desa Blumbungan Yang Jujur, Adil, Sejahtera, Berbudaya, dan Beraklak Mulia.
2. MISI
  • Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat desa yang maksimal.
  • Pemerataan jaminan kesehatan bagi warga kurang mampu.
  • Mewujudkan pemerintahan desa yang jujur dan berwibawa dengan pengambilan keputusan yang cepat tepat.
  • Mengedepankan kejujuran dan musyawarah mufakat dalam kehidupan sehari-hari baik dengan      pemerintahan desa maupun dengan masyarakat desa.
  • Mewujudkan sarana dan prasarana desa yang merata dan memadai.
  • Meningkatkan profesionalitas dan mengaktifkan seluruh perangkat desa.
  • Mewujudkan perekonomian dan kesejahteraan warga Desa Blumbungan.
  • Meningkatkan kehidupan desa secara dinamis dalam segi keagamaan,kebudayaan, dan keamanan.

Jumat, 10 November 2023

STRUKTURAL DESA BLUMBUNGAN

    Untuk Desa Blumbungan ini mempunyai struktur desa yang tertata seperti pada umumnya. Setruktur yang ada di Desa Blumbungan yaitu sebagai berikut:

  1. Kepala Desa yaitu Ferry Andriyanto Alvin, S.Pd.
  2. Sekretaris Desa yaitu Miftahol Arifin, S.E.
  3. Kasi Kesra (Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat) yaitu Samsul Arifin, S.Pd,
  4. Kasi Pemerintahan (Kepala Seksi Pemerintahan) yaitu Mas Kurdi
  5. Kasi Pelayanan (Kepala Seksi Pelayanan) yaitu Deni Wahyudi
  6. Kaur Keuangan (Kepala Urusan Keuangan) yaitu Moh. Rofik 
  7. Kaur T.U. dan Umum (Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum) yaitu Oktavian Yofi Kawilaran, S. Sos.
  8. Kaur Perancangan (Kepala Urusan Perencanaan) yaitu Nasrullah, M. Pd.
  9. Kepala Dusun Nyalaran yaitu Zainullah
  10. Kepala Dusun Tomang Mateh yaitu Saedi, A. Md
  11. Kepala Dusun Garuk yaitu Moh. Sofyan Slamet 
  12. Kepala Dusun Tambak yaitu Rudiyanto
  13. Kepala Dusun Toron Semalem yaitu Muntaha Umar
  14. Kepala Dusun Pandiyan yaitu Salehoddin
  15. Kepala Dusun Kaju Rajah yaitu Abdul Karim
  16. Kepala Dusun Kendal yaitu Holilullah, S. Pd. I.
  17. Kepala Dusun Talagah yaitu Aditiya Wardana
  18. Kepala Dusun Aeng Penay yaitu Moh. Muzammil
  19. Kepala Dusun Sumber Batu yaitu Akhmad Muzammil
  20. Kepala Dusun Polay yaitu Abdur Razak
  21. Kepala Dusun Berruh yaitu Abd. Karim
  22. Kepala Dusun Duwak Tinggi yaitu Moh. Taufik
  23. Kepala Dusun Bantar yaitu Bahruji
  24. Kepala Dusun Pangganten yaitu Naufal Purnomo

MHASISWA UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA MELAKUKAN SURVEI DESA BLUMBUNGAN


    Mahasiwa universitas Trunojoyo Madura kelompok KKNT 29 melakukan survei lokasi untuk melakukan kegiatan pengabdian di desa Blumbungan Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan.

PEMBUKAAN KKN KELOMPOK 29 DISAMBUT HANGAT OLEH DESA

    Salam sejahtera bagi kita semua, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura melakukan pengabdian Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Dengan do’a serta foto bersama sebagai tanda bahwa pengabdian di Desa Blumbungan resmi dibuka.

Monev LPPM kedua Via Online

 


    Monitoring yang dilakukan oleh LPPM guna memantau program kerja yang telah terlaksana dan mengontrol kegiatan yang akan dilakukan untuk kedepannya. Serta kebutuhan pihak kampus sebagai pelaporan bahwa mahasiswa KKN telah menjalankan pengabdiannya kepada masyarakat. Dan kegitan tersebut merupakan sebuah tanggungjawab LPPM dalam mengontrol kegiatan dan para mahasiswanya.

Monev LPPM pertama



    Monitoring yang dilakukan oleh LPPM guna memantau program kerja yang telah terlaksana dan mengontrol kegiatan yang akan dilakukan untuk kedepannya. Serta kebutuhan pihak kampus sebagai pelaporan bahwa mahasiswa KKN telah menjalankan pengabdiannya kepada masyarakat. Dan kegitan tersebut merupakan sebuah tanggungjawab LPPM dalam mengontrol kegiatan dan para mahasiswanya.

Sejarah Desa blumbungan


    Pada Turun-temurun setiap desa tidak lepas dengan sejarah terbentuknya desa itu sendiri. Setiap desa mempunyai sejarah yang berbeda-beda, sesuai dengan karakteristik maupun ciri khas dari masing-masing desa. Sejarah dari suatu desa ini dapat berupa catatan ataupun kumpulan dari cerita yang mencakup perkembangan dari suatu daerah dari awal mulanya terbentuk desa itu hingga menjadi cerita turun-temurun. Cerita yang berkembang menciptakan banyak versi yang tidak lepas dengan kejadian mistis bahkan hingga membuat daerah itu dikenal daerah keramat.

    Desa Blumbungan yang ada di Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan ini juga mempunyai sejarah awal terbentuknya desa. Sejarah Desa Blumbungan ada banyak sumber cerita yang berkembang, tetapi secara keseluruhan terdapat dua garis besar dalam cerita legenda yang dibahas. Cerita Desa Blumbungan yang berkembang ini diangkat dari kisah legenda daerah timur dengan sebutan Legenda Blambangan dan legenda daerah barat dikenal dengan Legenda Blumbang.

    Dalam ceritanya yang berkaitan dengan kerajaan, Desa Blumbungan memiliki seorang raja yang terkenal menyukai Kesenian Sronen atau biasanya lebih dikenal dengan istilah Ludruk, sang raja sendiri lah yang memimpin Kesenian Sronen tersebut. Pada salah satu ceritanya, suatu waktu sang raja diundang untuk menghadiri acara pernikahan dengan berjalan kaki bersama anggotanya. Ketika dalam perjalanannya bersama dengan anggota menuju ke tempat acara pernikahan itu, sang raja tiba-tiba di tengah perjalanan membuat sebuah keris. Melihat tindakan sang raja itu membuat para anggotanya heran, sehingga salah satu anggotanya menanyakan kepada sang raja maksud dari tindakannya itu “mengapa sang raja membuat keris di tengah perjalanan?” dan sang raja pun menjawab “ketika membuat keris tidak harus berada di satu tempat yang khusus, melainkan kita dapat membuat keris dimana saja dan tujuan sang raja dalam membuat keris ini bukan semata-mata hanya untuk kepentingan pribadi, akan tetapi ini ditujukan untuk kepentingan masyarakat banyak terutama untuk rakyatnya sendiri”.

    Setelah sampai ditempat pesta pernikahan, kedatangan sang raja dan anggotanya disambut dengan Jaran Kencak yang diiringi dengan bunyi-bunyian sronen. Setelahnya, kedua mempelai menyambut sang raja dengan ucapan selamat datang dan mempersilahkan duduk ditempat khusus sang raja. Pada saat acara inti selesai, sang raja diberi hidangan yang istimewa berupa bagian dalam ayam. Hidangan tersebut tidak dimakan oleh sang raja, bahkan dibawa pulang khususnya langbalangan. Ketika di tengah perjalanan pulang, sang raja memberitahukan juga kepada anggotanya untuk tidak memakan hidangan yang diberikan yang nantinya akan dijadikan bagian dari kerajaan. Khususnya untuk langbalangan merupakan tempat untuk menyimpan makanan ayam sehingga pada akhirnya dijadikan nama kerajaan yaitu Blambangan dengan tujuan agar semua rakyatnya dapat menyimpan hasil panen sehingga menjadikannya rakyat yang makmur.

Our Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

M. FAJAR RAMADHAN
Teknik Elektro
M. ZAENAL ICHWAN
Teknik Elektro
FADIL BAIHAQI
Teknik Elektro
ILHAM FAWAS
Teknik Elektro

Contact

Talk to us

Apapun itu semangattt kawan untuk mencapai keberhasilan

Address:

Blumbungan, Pamekasan, Madura C

Work Time:

Senin - Jum'at dari jam 08.00 - 12.00

Phone:

595 12 34 567

About us

haloo selamat membaca kawan-kawan